Babak Pertama

Postingan blog pertama ini akan saya isi dengan cerita tentang proses mencari beasiswa untuk S2. Kali ini saya akan mencoba kemampuan lewat beasiswa LPDP. Iya, beasiswa yang massal ini. Hehe.
Ketertarikan terhadap beasiswa ini sebenarnya sudah ada sejak tahun lalu. Hanya saja tahun lalu masih malas mencoba. Beberapa periode terakhir ini,  beberapa teman lolos dan mendapatkan beasiswa ini. Dua orang teman sudah berangkat ke Australia, seorang ke Jerman, seorang sedang mencari LoA, seorang lagi sedang deg-degan menanti pengumuman sore ini. Itulah yang kemudian memacuku untuk berusaha juga lewat sini. Kebetulan juga Nindy juga sedang niat-niatnya mencoba. Jadi ada teman untuk berusaha bersama.
Awal bulan lalu, saya dan Nindy mulai serius menyiapkan. Pertama kami lis dulu syarat apa saja yang mesti kami siapkan. Beberapa syarat terasa mudah, seperti ijazah, transkrip, dan sertifikat TOEFL yang memang sudah kami punya. Lalu kami buat jadwal untuk langkah selanjutnya, yaitu mencari dan mempelajari universitas tujuan, tes kesehatan yang macam-macam itu, membuat surat SKCK, surat rekomendasi, membuat esai, dan mulai mendaftar.
Rabu kemarin kami janjian untuk mencari universitas. Nindy sebenarnya sudah menentukan mau ambil di UGM saja, tapi saya sedang membujuknya untuk mempertimbangkan ITB atau UI biar ganti suasana. Hehe. Sayangnya saya malah janjian hore-hore sama teman-teman. Malamnya, dia malah sakit mata.
Langkah kedua itu kami lewati dulu sampai hari ini kami melanjutkan langkah ketiga, yaitu mencari surat bebas TBC, surat bebas narkoba, dan surat keterangan sehat. Untuk tujuan dalam negeri, surat bebas TBC tidak diperlukan dan lumayan menghemat biaya. Hehehe.
Saya dan Nindy mulai rencana kami hari ini: dia ke dokter gigi, saya tes TBC. Ternyata dia malah mesti ke Puskesmas dulu karena matanya bengkak gara-gara makan kerang kemarin. Alhasil kami ke Puskesmas terlebih dahulu sebentar. Selanjutnya mengantar Nindy ke RSGM untuk urus giginya yang bolong itu. Saya tinggal dia di RSGM dan saya lanjut ke RS Sardjito.  Oya, untuk syarat kesehatan ini memang hanya bisa dilakukan di RS Pemerintah. Karena ya g terdekat adalah RS Sardjito, pergilah kami ke sini.
Saya ambil tes TBC dulu, dengan asumsi tes narkoba dan tes kesehatan bisa bareng Nindy sembari menunggunya dari RSGM. Pertama saya daftar di lantai 2 setelah bertanya ke sana kemari. Setelah itu, saya diperiksa tensi oleh perawat, baru diperiksa dokter. Cuma suruh ambil dan keluarkan napas sambil dia dengarkan dari dada dan punggung. Lalu saya mesti ke radiologi untuk rontgen dan menjalani antrean lagi. Setelahnya, pemeriksaan pindah ke laboratorium untuk mengambil sample dahak. Nah, ini sangat sulit menurutku; mesti batuk-batuk meski harusnya nggak batuk, sampai mau muntah. Akhirnya berhasil juga walau sebenarnya nggak tahu apa tadi berhasil keluarkan dahak. Hehe.
Ternyata proses belum selesai. Sampel dahak harus diambil lagi besok pagi pukul 05.00 dan 07.00. Duh. Jadi, besok mesti datang lagi ke RS ini untuk serahkan sampel dahak pagi, ambil hasil rontgen, dan suntik PPD. Senin pun datang lagi untuk mengambil hasil. Tes lainnya sudah tidak terkejar. Waktunya sudah terlalu siang dan uangnya sudah habis. Hehe.
Oya, untuk biaya tes TBC ini, sementara, pendaftaran 18.000, tindakan dokter 65.000, PPD Test 89.000, rontgen 152.000, lab 77.000. Berapa tuh? Hehehe. Semoga besok dan Senin tidak perlu bayar lagi. Amin. Ini baru tes TBC lho, belum tes narkoba dan tes kesehatan fisik. Huhu. Sementara saya tes TBC, Nindy tes narkoba dengan biaya sekitar 2/3-nya. Sepertinya memang mesti 2-3 kali datang untuk tes kesehatan ini. Jadi kalau manteman kepikiran daftar juga, tes kesehatan ini mesti didahulukan. Itu juga yang disarankan Widas ketika saya tanya-tanya tentang pendaftaran beasiswanya.
Segini dulu ya cerita babak pertama usaha saya daftar beasiswa LPDP. ☺

Advertisements

One thought on “Babak Pertama

  1. Nice tett. I feel like the main supporting character and ready to get the oscar haha.
    So this is just the first step right, haha. Aaah still too fast to say ‘huufffftt’. Fighting!!! Let’s keep the spirit stay for the rest of the test. (Hope so). Btw, thanks for the article about ‘kriteria lolos seleksi LPDP’. Much help, but little much make me nervous thinking about how capable i am to fight for the criteria. Haha. Sounds cliche but ‘never give up’ is the right word to say, haha.
    Waiting for the next step for your article (>^ω^<)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s