Ibuk

Ibukku berulang tahun empat kali: hari ini, dua kali di akhir bulan nanti, lalu awal Mei.

Dulu sekali, konon, badannya langsing, kulitnya putih, kencang. Lalu badannya melar, kulitnya terbakar matahari, keriput di sana-sini. Tapi tiap napasnya adalah doa untukku.

Masakannya tak bervariasi, paling cuma nasi tiap hari. Sisanya beli, kecuali ca sawi dan sambal terasi. Tapi tiap masakannya adalah cinta untukku.

Paginya dihabiskan untuk menyapu, lalu mencuci baju. Rumah tak selalu rapi dan indah. Ia pilih ke pasar daripada di rumah. Tapi tiap peluhnya adalah hidup untukku. 

Ibukku berulang tahun empat kali: hari ini, dua kali di akhir bulan nanti, lalu awal Mei.

Advertisements

4 thoughts on “Ibuk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s