Polyglot

Dulu saat mula KBBI–Kita Belajar Bahasa Indonesia–berdiri, saya jadi mengenal komunitas-komunitas lain yang juga punya perhatian pada bahasa, terutama bahasa Indonesia. Di Yogyakarta ini ada komunitas Lidah Ibu. Mereka menerbitkan berkala yang membahas tentang bahasa. Keren sekali, tak seperti KBBI yang cuma ngomongin mana yang benar, mengubah atau merubah. Mereka bahkan punya kafe, dengan nama sama, untuk menghidupi komunitas itu.

Saat bertemu dengan Mas Ginting dari Lidah Ibu itu saya jadi tahu ada komunitas polyglot. Mereka berkumpul di lantai dua kafe Lidah Ibu pada waktu-waktu tertentu. Itu pertama kali saya dengar ada polyglot, mereka yang menguasai banyak bahasa. Biasanya mereka punya kemampuan menggunakan setidaknya lima bahasa, bahkan ada yang sampai belasan bahasa. Kata Mas Ginting waktu itu, “Mereka itu orang-orang yang kurang kerjaan.” Pasalnya, mereka sedang mengembangkan bahasa baru yang bisa dijadikan sebagai bahasa internasional. Bahasa baru ini dianggap netral karena tidak dimiliki kelompok atau suku atau negara manapun. Bahasa Inggris yang menjadi bahasa internasional saat ini dianggap sebagai bentuk ketidakadilan. Saya lupa nama bahasa yang sedang mereka ciptakan itu, kalau tidak salah pakemnya akan mengikuti bahasa Rumania. Yaoloh. Kata Yosie, namanya bahasa Esperanto. Rupanya komunitas polyglot ini ada banyak. Di Indonesia, ada komunitas polyglot yang besar. Cek saja di polyglotindonesia.org kalau mau tahu lebih banyak tentang mereka.

Menurut artikel yang pernah saya baca, orang yang menguasai dua bahasa akan lebih lambat menjadi pikun selama sekitar 5 tahun daripada yang hanya berbicara satu bahasa. Kalau kamu bisa menggunakan lebih dari dua bahasa, maka kepikunan akan menyerangmu lebih lambat lagi. Beruntunglah kita yang ada di Indonesia karena setidaknya kita akan bisa menggunakan minimal dua bahasa: bahasa lokal dan bahasa Indonesia. Kalau bisa bahasa Inggris dan bahasa daerah lain juga, bisa lebih panjang menunda masa pikun. Nah, kalau cuma bisa bahasa Indonesia, sebaiknya banyak-banyak minum ramuan pegagan.

Sepertinya menarik menjadi seorang polyglot. Bayangkan jika kamu punya kemampuan menggunakan 9 bahasa: China, Spanyol, Inggris, Hindi, Perancis, Arab, Indonesia, Swahili, Lemerig. Kamu akan dengan mudah keliling dunia. Dengan modal bahasa Spanyol, kau bisa keliling Amerika Latin. Dengan bahasa Perancis, kau bisa keliling Afrika. Dengan bahasa Indonesia, kau bisa keliling Indonesia. -_-”

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s