Menjadi Orang Salatiga

Menanyakan asal daerah adalah hal yang wajar dalam dunia basa-basi orang Indonesia. Saya juga sering ditanya dari mana ketika bertemu orang baru. Jika ditanya asal, maka saya akan jawab sekenanya, Jogja atau Salatiga, tergantung si penanya. Ketika menjawab dari Jogja, relatif tidak ada masalah, paling ditanya Jogja sebelah mana, lalu beralih ke obrolan macam-macam. Beda ketika saya menjawab Salatiga. Ada tiga reaksi umum ketika Salatiga jadi jawaban saya. Pertama, di mana tuh? Kedua, oo itu sama dengan Solo ya? Ketiga, benar tujuh dong/dapat tujuh dong/nilainya tujuh dong. Sampai bosan. 

Saya pun punya jawaban template untuk ketiga reaksi tersebut. Reaksi pertama dan kedua biasa saya jawab dengan menyebut bahwa Salatiga terletak di antara Solo dan Semarang. Sementara reaksi ketiga, ini yang paling sering, saya jawab dengan begini, “bukan 7 tapi 8,5 karena soalnya 20. Kamu pikir semua soal 10?”

Tentu saja pertanyaan balik itu saya ucapkan dalam hati sembari tersenyum malas. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s