Suatu Pagi di Tahun 2032

Ibukku sibuk di dapur membuat telur goreng. Anaknya semalam pulang ke rumah beserta menantu dan cucunya yang masih kecil. Ia mengingat anaknya yang lain, yang tak dapat berkumpul hari itu. 

Papahku menyapu teras. Matanya berbinar melihat cucunya yang masih kuliah sedang serius merakit robot sambil menjelaskan ini itu pada ayahnya. Ia mengenang anaknya yang lain, yang tak dapat berkumpul hari itu.

Aku, yang tak dapat berkumpul hari itu, tak pernah pergi ke mana-mana. Selalu ada di hati mereka. Matahari pagi bersinar begitu hangat. 

Advertisements

One thought on “Suatu Pagi di Tahun 2032

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s