Animisme

Jika animisme diperbolehkan di Indonesia, maka aku ingin jadi penganutnya saja. Aku yakin, penganut animisme bukan menyembah pohon atau gunung. Aku yakin mereka menyembah kekuatan di balik alam semesta. Mungkin Tuhan dalam bahasa kita sekarang.

Kalau agama sekarang ini tidak ada, mungkin di atas Gereja St. Antonius Kotabaru itu masih berupa kebun tebu; bisa jadi di atas Masjid Syuhada itu adalah ladang jagung; dan di atas Gereja Kristen HKBP itu masih ada tanaman karet. Siapa tahu? Tapi mungkin juga ketiga tempat itu malah jadi pusat perbelanjaan yang sangat besar. Siapa tahu? Kalau begitu, mending animisme atau beragama saja?